Iklan Atas Mata Ikan

Kenapa Saya Lebih Pilih Blogspot Daripada WordPress?
4/ 5 stars - "Kenapa Saya Lebih Pilih Blogspot Daripada WordPress?" Bagusan mana blogspot atau wordpress ?  Ini pertanyaan yang sering muncul saat seseorang akan membuat blog. Bicara soal blog, dua platfor...

Kenapa Saya Lebih Pilih Blogspot Daripada WordPress?

Mata Ikan

Bagusan mana blogspot atau wordpress ? Ini pertanyaan yang sering muncul saat seseorang akan membuat blog. Bicara soal blog, dua platform tersebut adalah yang terpopuler. Membandingkan keduanya seperti jadi diskursus tanpa akhir.

Di halaman pertama google, pembahasan tema ini didominasi artikel dari situs-situs penyedia domain dan hosting. Ada keberpihakan yang jelas di sana, bahkan cenderung tidak objektif. 

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin membuat sebuah pengakuan; artikel ini juga memiliki maksud dan tujuan yang sama. Tapi pada standing point yang berbeda. Jadi harap maklum!

Blogspot vs Wordpress


Berdasarkan data dari BuiltWith, sebuah perusahan penyedia jasa layanan analisis data internet yang berbasis di Australia, kepopuleran WordPress berada di atas Blogspot, baik di Indonesia hingga penggunaan secara global.

Membandingkan Blogspot dan WordPress bisa jadi cukup rumit, mengingat WordPress terdiri atas dua versi, yaitu WordPress.com dan WordPress.org. Dua versi ini berasal dari developer yang sama tapi dengan fitur dan segmentasi user yang jauh berbeda satu sama lain.

1. WordPress.com

WordPress.com merupakan produk versi lite dan easy mode yang bersifat hosted dari WordPress. Secara umum, layanan produk ini mudah dioperasikan dan gratis. Kata gratis di sini hanya berlaku pada fitur-fitur dasar sebuah blog seperti alamat url dengan subdomain .wordpress.com.

Fitur WordPresss.com :

  • Akses blog instan yang siap dikostumisasi
  • Subdomain eksistensi .wordpress.com
  • Ruang penyimpanan data dan media sebesar 3 GB
  • Ratusan tema yang dapat disesuaikan
  • Jetpack Modul (Email Subscriber, dll)

Fitur-fitur di atas adalah layanan standar yang tidak memerlukan biaya sepeserpun. Tapi seperti nasib barang gratisan pada umumnya, WordPress.com memberi berbagai batasan untuk layanan gratis ini. Berikut beberapa batasan yang wajib kalian ketahui :

  • Merek WordPress.com yang tidak bisa dihapus
  • Menampilkan iklan dari WordPress dan tidak ada bayaran untuk iklan tersebut
  • Tidak mengizinkan monetisasi melalui program iklan seperti Google Adsense dan MGID
  • Tidak mendukung pilihan plugin lain selain Jetpack Modul
  • Tidak bisa install tema selain tema yang telah disediakan WordPress.com
  • Tidak bisa menggunakan custom domain TLD (.com/.id/.net/.org/dll)
  • Tidak tersedia akses ke source code blog
  • Tidak bisa memasang web tools seperti Google Analytic

Di titik ini, mari lupakan sejenak kehebatan WordPress yang sering diulas para mastah. Platform versi ini hanya cocok untuk menyimpan tugas dan catatan kuliah atau sekedar menulis diary. Jangan berharap banyak!

Kecuali jika kalian punya budget lebih, berbagai batasan WordPress.com bisa diatasi. Caranya ? lakukan upgrade akun ke paket berbayar. Tersedia 4 (empat) pilihan paket yang harganya sanggup menguras saldo rekening.

Paket WordPress.com :

  • Paket Personal (US $4 per bulan, penagihan tahunan)
  • Paket Premium (US $8 per bulan, penagihan tahunan)
  • Paket Bisnis (US $25 per bulan, penagihan tahunan)
  • Paket eCommerce (US $65 per bulan, penagihan tahunan)

2. WordPress.org

Platform yang selama ini digembar-gemborkan sebagai WordPress yang superior adalah WordPress.org. Versi ini hadir dalam bentuk open source dan bersifat self hosted. Banyak blogger profesional dan perusahaan besar yang menggunakannya. Apa yang membuat WordPress.org sedemikian populer?

  • Akses dan kontrol sepenuhnya
  • Source code bisa diunduh gratis
  • Mudah dan praktis dioptimasi
  • Kostumisasi fitur tanpa batas
  • Bebas memilih kapasitas hosting dan nama domain
  • Bebas menambah plugin dan memilih tema
  • Bebas menampilkan program iklan (monetisasi)

Untuk membuat sebuah blog di WordPress.org, kalian harus membeli/memiliki hosting dan domain terlebih dahulu. Eh kok gitu? Ya emang gitu. Inilah perbedaan paling mendasar antara WordPress.com dan WordPress.org.

Pada WordPress.org yang disediakan hanya aplikasi saja. Untuk hosting dan domain disediakan secara mandiri oleh pengguna. Ini yang sebelumnya saya maksud sebagai self hosted. Apakah setelah memiliki hosting dan domain, blog sudah jadi? Belum Ferguso.

Kalian masih perlu menginstall dan mengkonfigurasi aplikasi WordPress pada hosting. Selanjutnya, dari sini petualangan membangun sebuah blog/website ideal baru dimulai.

Kenapa Blogspot?


Umumnya di luar sana, WordPress yang dibandingkan dengan Blogspot adalah WordPress.org. Ini keliru. Tidak apple to apple meletakkan dua platform blogging yang berbeda kelas ke dalam satu arena pertarungan.

Bagaimana mungkin kalian sanggup menyaksikan seorang petinju kelas Heavyweight seperti Mike Tyson bertarung melawan petinju lain yang datang dari kelas Welterweight seperti Pernell Whitaker. Itu konyol.

Karenanya pada bagian ini perbandingan hanya akan terjadi antara platform blogging yang sama-sama bersifat hosted yaitu Blogspot dan WordPress.com.

1. Domain

Blogspot dan WordPress.com sama-sama memberikan subdomain gratis sebagai alamat blog. Jika ingin menggunakan Top Level Domain seperti .com/.net/.id, kalian harus mengeluarkan biaya tambahan.

Soal ini Blogspot jauh lebih murah dan fleksibel. Biaya yang diperlukan sesuai harga domain. Harganya bervariasi, tergantung ekstensi domain dan penyedia yang kalian pilih.

Pembelian domain .com melalui dashboard Blogspot sekitar Rp. 165.930,-/tahun. Ini tidak berbeda jauh dengan pembelian di penyedia domain seperti Idwebhost yang menawarkan harga Rp. 129.900/tahun.

Sedangkan di WordPress.com, penggunaan custom domain mengarahkan pengguna untuk melakukan upgrade ke Paket Personal dengan biaya $ 48/tahun atau sekitar Rp. 720.000,-/tahun.

WordPress.com juga memungkinkan penggunaan domain tanpa melalui proses upgrade akun. Kalian bisa membeli domain di penyedia tertentu. Tapi perlu dicatat, untuk cara ini ada biaya map domain sebesar $ 13/tahun atau sekitar Rp. 195.000,-/tahun.

Jika dihitung dengan harga domain Rp. 129.900,-/tahun, maka total biaya yang harus dibayarkan yaitu sekitar Rp. 324.900,-/tahun. Biaya ini bahkan masih lebih mahal 2x lipat dari Blogspot.

Di sini terkadang saya gagal paham kelakuan sebagian orang, kenapa mereka gemar membakar uang untuk sesuatu yang bernilai lebih mahal walau dengan spesifikasi yang sama atau bisa jadi lebih rendah?

2. Penyimpanan

Standar kapasitas penyimpanan data yang diberikan Blogspot sebesar 15 GB. Kapasitas ini tidak bisa diupgrade. Sedangkan WordPress.com memberikan kapasitas penyimpanan data sebesar 3 GB. What ? Tenang, ini bisa diupgrade.

Untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan 13 GB, yang minimal mendekati Blogspot, pengguna harus upgrade akun terlebih dahulu ke Paket Premium dengan biaya $ 96/tahun atau sekitar Rp. 1.440.000/tahun. Jiwa miskinmu mulai meronta ?

3. Tema/Template

Seperti yang telah saya bahas dalam artikel tentang Template Blogger bahwa persoalan template bukan hal sepele. Konten berkualitas saja tidak akan cukup. Blog membutuhkan template yang sanggup menunjang konten ditampilkan secara optimal.

Ketersediaan template bawaan Blogspot tidak sebanyak WordPress.com. Untungnya kita bisa melakukan modifikasi template sesuai selera, melalui pengeditan kode HTML, CSS dan Javascript. Jika tidak ingin repot, tinggal download atau beli template premium dari pihak ketiga.

Satu keunggulan Wordpress.com yang patut diapresiasi yaitu banyaknya pilihan tema bawaan. Sayangnya pada Paket Gratis, tema-tema ini tidak bisa dimodifikasi. Akses modifikasi hanya diberikan kepada pengguna Paket Premium ke atas. 

4. Aksesibilitas

Pada ulasan ini aksesibilitas berarti kemudahan optimasi blog dengan memanfaatkan tools penunjang seperti Google Analytics, Google Search Console dan Google Adsense.

Sebagai sesama produk Google, Blogspot mungkin lebih memudahkan kita dalam penggunaan ketiga tools tersebut. WordPress.com? Coba lihat kembali batasan-batasan platform ini yang telah dibahas sebelumnya.

Apa kegunaan Google Analytic, Search Console & Adsense ?

Google Analytic berfungsi memantau performa sebuah blog berdasarkan data trafik, kecenderungan pengunjung hingga konten populer. Data tersebut akan berguna untuk menyusun langkah optimasi konten.

Google Search Console berfungsi meningkatkan pengindeksan blog di hasil pencarian Google. Tools ini memungkinkan kalian untuk mengetahui backlink yang diberikan orang lain hingga mengukur performa tampilan blog pada perangkat mobile.

Google Adsense merupakan program monetisasi blog. Saat ini Adsense menjadi cara paling populer menghasilkan uang dari internet. Tapi tidak bisa dipungkiri, untuk diterima sebagai publisher Adsense bukan urusan gampang. Ada yang sampai ditolak puluhan kali.

Mungkinkah dengan Blogspot, peluang diterima Adsense menjadi terbuka lebar ? Paling tidak kalian digratiskan daftar. Bahkan diberi fitur daftar langsung via menu dashboard. Hal yang tidak pernah bisa dinikmati pengguna Paket Premium WordPress.com sekalipun.
-----

Jadi akhir dari pembahasan singkat ini; apapun platform blog yang kita pilih, semua itu hanyalah hiasan. Content is still king!

Yang Baru Mata Ikan

Lihat semua

Subscribe Sekarang