Iklan Atas Mata Ikan

Mitos Kecerdasan Dalam Game Mobile Duel Otak
4/ 5 stars - "Mitos Kecerdasan Dalam Game Mobile Duel Otak" Sejak awal saya menganggap game Duel Otak tidak menjamin kecerdasan seseorang. Tidak dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan multiple choic...

Mitos Kecerdasan Dalam Game Mobile Duel Otak

Mata Ikan

Sejak awal saya menganggap game Duel Otak tidak menjamin kecerdasan seseorang. Tidak dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan multiple choice.

Tentang Duel Otak


Duel Otak merupakan aplikasi mobile yang dikembangkan oleh FEO Media, sebuah developer game asal Swedia. Sampai saat ini, Duel Otak tersedia di 21 negara dalam 21 versi bahasa.

Game berjalan dalam 2 mode, Klasik dan Taktis. Pada mode Klasik kalian akan melawan pemain lain dan berlomba mendapatkan jawaban benar sebanyak mungkin selama 6 ronde.

Secara bergiliran pemain dipersilahkan memilih topik yang berisi 3 pertanyaan. Setiap pertanyaan berdurasi 10 detik dengan 4 pilihan jawaban.

Sedangkan pada mode Taktis, pemain akan mendapat 3 pilihan bantuan untuk menjawab pertanyaan. Ini hampir mirip dengan fitur di game Who Wants To Be a Millionaire?

Ketiga pilihan bantuan tersebut adalah 50:50, Persentase, dan 2 Jawaban. Masing-masing fitur ini bisa digunakan 1x selama permainan berlangsung.

User Experience


Hampir setiap saat saya bermain game ini, bahkan saya sempat merasakan nangkring di posisi 10 besar global mode taktis. Apakah saya cerdas ? Tentu tidak.

Dalam game Duel Otak, banyak orang berhasil menjawab setiap pertanyaan dengan benar karena tersedia opsi jawaban multiple choice. Misal pada pertanyaan berikut :

Siapakah wakil presiden kedua Indonesia ? 

  • Katty Perry
  • Sumanto
  • Tukul Arwana
  • Sultan Hamengkubowono IX

WTF, dengan mudah pemain akan menjawab 'Sultan Hamengkubowono IX'. Di sini kelemahan pertanyaan multiple choice. Opsi jawaban yang tersedia kadang nyeleneh.

Pertanyaan-pertanyaan game Duel Otak bersifat hafalan, bukan analisis. Apa, siapa, berapa, di mana atau kapan. Bukan kenapa dan bagaimana.

Selain itu kalian akan mendapati banyak pertanyaan berulang di 19 kategori. Saya telah menjalani seribuan duel. Dari seribuan duel tersebut, 60 % saya habiskan untuk bermain di mode klasik.

Pada mode tersebut saya menginventarisir pertanyaan dan jawaban yang benar. Lalu saya gunakan kembali bermain dan memburu label cerdas di mode taktis.

Terkadang kita tidak memiliki gambaran apapun untuk menjawab pertanyaan. Saat ini terjadi banyak orang mulai berjudi dengan empat pilihan jawaban.

Ada 25 % kemungkinan memilih jawaban yang benar. Teman saya menyiasatinya dengan menekan dua jawaban secara bersamaan.

Dia tentu berharap persentase memilih jawaban yang benar naik menjadi 50 %. Tidak sedikit orang juga berusaha membaca pola jawaban yang benar dari letak jawaban pertanyaan sebelumnya.

Pada titik ini mereka telah sampai pada maqam pengetahuan 'bahwa segala sesuatunya bekerja dalam hukum yang statis'.

Jika jawaban untuk pertanyaan pertama dan kedua berada di sebelah kiri atas, maka kuat dugaan jawaban untuk pertanyaan ketiga akan berada di sebelah kanan bawah.



Mitos Kecerdasan


Bagaimana mungkin banyak orang bisa memenangkan setiap duel dengan poin sempurna ? Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi ahli di 19 kategori sekaligus ?

Saya percaya, dosen jenius sekaliber Terence Tao (IQ 230) ataupun ilmuwan multitalent seperti Al Farabi belum tentu bisa melakukan hal tersebut.

Kecurangan paling tradisional yang sering kita jumpai pada game ini adalah ‘kerja kelompok’. Sejumlah orang bekerja sama dan dengan naifnya menganggap lawan mereka tidak melakukan hal yang sama.

Kecurangan ‘kerja kelompok’ terjadi dalam 2 fase, Fase 1 kita sebut saja fase proletar. Fase ini berlangsung sederhana. Teman kelompok akan memberi jawaban sesuai pengetahuan yang mereka miliki.

Fase kedua, lumpen proletar. Berlangsung lebih modern dan menutup keterbatasan fase sebelumnya. Disini, salah seorang teman kelompok akan bertugas meng-googling jawaban.

Namun masih sering didapati kendala teknis seperti skses internet yang lemot hingga batasan waktu dalam menjawab pertanyaan yang hanya 10 detik.

Sejarah bergerak akumulatif. Kecurangan dalam bentuk apapun, terus berevolusi menutupi kekurangannya.

Sekarang kecurangan berlangsung dengan memanfaatkan celah pada aplikasi game Duel Otak. Log in-kan akun Duel Otak pada 2 perangkat secara bersamaan.

Diamkan satu perangkat. Satu perangkat lain dioperasikan untuk mengumpul jawaban yang benar. Saat aplikasi mulai masuk ke pertanyaan ronde pertama, segera off-kan jaringan.

Nah, disini kalian bebas memilih jawaban, pilih asal saja. Tujuannya cuma untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Setiap jawaban yang kalian pilih tidak terinput ke sistem game karena jaringan yang telah di off-kan. Lanjutkan permainan pada perangkat yang telah didiamkan sebelumnya.

Masukkan jawaban benar yang telah diperoleh. Begitu seterusnya hingga enam ronde. Dan semua orang bisa memenangkan setiap duel dengan poin sempurna.

Masihkah ini soal kecerdasan ?

Yang Baru Mata Ikan

Lihat semua

Subscribe Sekarang